PUISI : Desaku; Asri dipandang, Lestari terkenang
Oleh Muamar Ma’ruf
Oleh Muamar Ma’ruf
Di ufuk timur, sang mentari tersenyum lebar tanpa beban
Menandakan masa untuk keluar dari peraduan
Silau menusuk setiap mata yang memaksa melihatnya
Bermil-mil jauhnya, terlihat puluhan burung bergerombol terbang diatas
cakrawala
Hinggap disatu pohon, berkicau merdu seakan berdialog berbincang sesuatu
Semakin terik sang mentari memantulkan siluet warnanya
Semakin keras pula, sahutan burung bak berkompetisi dalam ajang suara termerdu
Membahana memekakan telinga, berirama bak sabda tentang agama yang
menjadikan taqwa
Desaku, nan asri untuk dipandang
Desaku, nan lestari untuk selalu dikenang
Desaku, nan jauh dari kebisingan suara knalpot bobokan
Desaku, nan merdeka dari polusi penuh racun mematikan
Desaku, nan bebas dari polutan bersifat mencemarkan
Semilir angin segar berhembus, menghempaskan segala karbon penyebab para
korban
Pepohonan rindang dijadikan naungan tempat persinggahan
Gemericik air sungai menawarkan irama penuh kemerduan
Buah-buahan menjajakan aroma penuh kenikmatan
Gesekan dedaunan menafikan kegundahan dalam hati penuh kenestapaan
Nyanyian hewan membuyarkan segala lamunan tentang jiwa yang kesepian
Aku berspekulasi, keadaan ini dapat diwariskan dan dirasakan oleh anak
keturunan
Desaku, beribu harapan aku tanamkan
Semoga bertumbuh hingga menuai apa yang diidamkan
Desaku...hanya ada dua pilihan
Akan tetap hidup atau kian meredup
Purwokerto, 10 September 2019
Kang_Muamar
Ig: kang_muamar
No WA: 085728658060
E-mail: muamarmaruf777@gmail.com
#sajak #puisi
Lihat lebih banyak puisi
Pengin kirim puisi mu
klik disini Frasa Sandekala



0 Comments